Keingina selalu ada.
Tetapi sesorang bilang kalo aku harus bersaha mencapainya.
Entah apa yang ada dipikiran ku
Ego atau prinsip.
Untuk sekarang aku rasa semua sama saja.
Susah memang memprioritaskan suatu hal.
Sebeluma ada motivasi.
Ada rasa iri
Tapi kurasa itu hak orang lain.
Kita harus terima kenyataan.
Karena kenyataan bukan di hadapan kita,
Tapi ada di ruang dan waktu yang kita tempati.
Kemungkinan pasti ada.
Karena hari esok tidak ada yang tahu selain Allah.
Apakah ada hari esok?
Sebuah pertanyaan retorik.
Selain kita sendiri, ngak ada yang bias menentukan nasib kita.
Kecuali kematian yang udah menjadi jadwal kita sejak dari lahir.
13-08-07
02:95 AM
D.I.Y
